Alih aksara Latin ⇄ Jawa
Tulis namamu dalam aksara Jawa.
e dibaca
Kenapa ditulis begitu
Carakan
Dua puluh aksara, satu kisah
Urutan aksara Jawa adalah sebuah cerita. Menurut legenda, Aji Saka meninggalkan pusakanya kepada abdinya Sembada dengan pesan agar tak diberikan kepada siapa pun selain dirinya. Ketika Aji Saka mengutus Dora untuk mengambilnya, kedua abdi setia itu bertarung sampai sama-sama tewas. Untuk mengenang mereka, Aji Saka menyusun empat baris ini.
Di bawah tiap aksara: bentuk pasangannya, yang dipakai bila konsonan sebelumnya mati. Di sini ditempelkan pada ha.
Sandhangan dan tanda lain, pada aksara ka
Arah sebaliknya
Baca tulisan aksara Jawa
Tempel teks beraksara Jawa (Unicode) untuk dibaca dalam huruf Latin.
Latihan
Bisa baca yang ini?
Tentang
- Alih aksara mengikuti kaidah umum penulisan modern: sandhangan untuk vokal, wignyan, layar, dan cecak untuk h, r, dan ng mati, pasangan untuk konsonan mati di tengah, cakra, keret, dan pengkal untuk gugus dengan r dan y, serta pa cêrêk dan nga lêlêt untuk rê dan lê.
- Huruf e dalam ejaan Latin bisa dibaca ê (pepet) atau é (taling); pilih bacaannya, atau ketik ê dan é langsung. Aksara murda, aksara swara, dan aksara rekan selain f, v, z, dan kh belum dipakai, begitu juga ejaan khusus yang tidak mengikuti bunyi.
- Bentuk pasangan digambar oleh fon Noto Sans Javanese (SIL Open Font License) dari urutan konsonan, pangkon, dan konsonan dalam Unicode, jadi hasilnya bisa disalin ke aplikasi lain yang mendukung aksara Jawa.
- Pembacaan balik dari aksara Jawa bersifat sederhana: ha di awal kata dibaca sebagai vokal, dan spasi tidak dikembalikan.